Download disini :
MP3 Ferry Zein
https://drive.google.com/open?id=0B0hBA8HWUwyzMFp6b1ZDMlNRSzg
MP4 Ferry Zein
https://drive.google.com/open?id=0B0hBA8HWUwyzajhFazE4Wm9VcjAMP3 Artis Ferry Zein Center :
https://drive.google.com/open?id=0B0hBA8HWUwyzUG16SFdjNmxoRjAMusik Instrumentalia :
https://drive.google.com/open?id=0B0hBA8HWUwyzOEpLbHJaR2JEQUUSebagai seorang musisi,
Ferry Zein terbilang sebagai pembaharu dan warna
musiknya menjadi acuan bagi sebagian besar musisi Minang yang berkiprah di
blantika musik rekaman. Tak terbilang penyanyi/Musisi Minang yang mengorbit
lewat musik yang diaransirnya dengan apik. Karenanya, bukan merupakan sesuatu
yang berlebihan kalau pada tahun 1998 Ferry Zein mendapatkan penghargaan berupa
Anugerah Citra Musik dari Gubernur Sumatera Barat. Dia tidak saja sangat
dikenal dan dikagumi pencinta musik Minang tapi juga pencintamusik dari
berbagai propinsi di Sumatera. Sumbar pantas bangga memiliki sosok seperti
Ferry Zein, seorang tokoh yang dikenal ramah dan sederhana. Pada tanggal 20
juni 2011, Perhimpunan Media Sumatera Barat ( PMSB ) memberikan Penghargaan
PMSB AWARD 2011 kepada Ferry Zein sebagai sepuluh tokoh terbaik Sumatera Barat
atas dharma baktinya untuk Sumatera Barat.
Ditangan Ferry Zein alat musik modern mampu melahirkan musik indah bernuansa
Minang yang kental. Pria asal
Maninjau yang lahir di Bukittinggi ini sangat memahami warna musik
Minang. Sehingga tak heran kalau aransemen musik yang dibuatnya diterima oleh
masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan “booming” nya penjualan beberapa album
lagu Minang yang musik dimainkan dan diaransir Ferry Zein. Diantaranya album
Kasiak Tujuah Muaro, Ratok Padi Ampo yang membuat nama Zalmon mencuat menjadi
penyanyi kenamaan.
Begitu juga album Bungo Lambah Gumanti yang membuat Gamawan Fauzi menjadi
“Bupati plus” karena sukses sebagai penyanyi dan dipercaya sebagai Menteri
dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu.
Tak sedikit penyanyi yang melejit namanya karena musik pengiring lagunya diaransir oleh Ferry Zein. Diantaranya Zalmon, An Roy, Monalisa, Boy Shandy, Odi Malik, Nedi Gampo, Edi Cotok, Yan Guci, Rosnida Ys, Fetty, Rani Sagita, Am Kampai, F. Anton, Ian Anas, Fanny Vabiola, Wilson Rako, Imran Boer, Yuma Sukaesih, Parlan S, Bujang Syakban, dll. Ferry Zein sendiri tak ingat lagi sudah berapa album musik yang diransirnya sejak awal decade 90-an, namun tak kurang dari seribu album. Sampai kini warna musik yang dipopulerkan Ferry Zein masih mendominasi blantika musik dan lagu Minang. Sehingga tidaklah berlebihan kalau dia disebut tokoh pembaharu musik Minang modern. Selain aktif bermain musik di Caroline Record Padang dan memberi kesempatan bagi penyanyi untuk bersaing dalam bisnis musik rekaman, Ferry Zein juga aktif diberbagai organisasi kesenian. Diantaranya di DPD Persatuan Artis Penyanyi,PenciptaLagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Persatuan Artis Minang Indonesia (PARMI) dan beberapa organisasi lainnya.
Ferry Zein juga pernah dipercaya oleh Pemprov. Sumbar menjadi Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar, sebuah lembaga negara independen yang dilegitimasi pemerintah untuk mengawasi program dan kinerja pengelola radio dan televisi di Sumatera Barat. Masalah program radio dan televisi ini bukanlah hal yang asing bagi Ferry Zein, karena dia pernah menjadi karyawan RRI Padang .
Tak sedikit penyanyi yang melejit namanya karena musik pengiring lagunya diaransir oleh Ferry Zein. Diantaranya Zalmon, An Roy, Monalisa, Boy Shandy, Odi Malik, Nedi Gampo, Edi Cotok, Yan Guci, Rosnida Ys, Fetty, Rani Sagita, Am Kampai, F. Anton, Ian Anas, Fanny Vabiola, Wilson Rako, Imran Boer, Yuma Sukaesih, Parlan S, Bujang Syakban, dll. Ferry Zein sendiri tak ingat lagi sudah berapa album musik yang diransirnya sejak awal decade 90-an, namun tak kurang dari seribu album. Sampai kini warna musik yang dipopulerkan Ferry Zein masih mendominasi blantika musik dan lagu Minang. Sehingga tidaklah berlebihan kalau dia disebut tokoh pembaharu musik Minang modern. Selain aktif bermain musik di Caroline Record Padang dan memberi kesempatan bagi penyanyi untuk bersaing dalam bisnis musik rekaman, Ferry Zein juga aktif diberbagai organisasi kesenian. Diantaranya di DPD Persatuan Artis Penyanyi,PenciptaLagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Persatuan Artis Minang Indonesia (PARMI) dan beberapa organisasi lainnya.
Ferry Zein juga pernah dipercaya oleh Pemprov. Sumbar menjadi Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar, sebuah lembaga negara independen yang dilegitimasi pemerintah untuk mengawasi program dan kinerja pengelola radio dan televisi di Sumatera Barat. Masalah program radio dan televisi ini bukanlah hal yang asing bagi Ferry Zein, karena dia pernah menjadi karyawan RRI Padang .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar